REPUBLIKA.CO.ID, BANDARLAMPUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan
Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi gempa bumi tektonik
berkekuatan 4,3 Skala Richter, di Liwa, Kabupaten Lampung Barat,
Lampung, Jumat (31/9) pukul 21.25 WIB. Warga diimbau tetap tenang dan
melakukan antisipasi yang diperlukan
Kepala Stasiun Geofisika
Kotabumi, Lampung, Chrismanto, menyatakan lokasi gempa itu berada pada
koordinat 4.86 derajat Lintang Selatan (LS) dan 103.99 derajat Bujur
Timur (BT) yaitu 22,23 km dari Liwa, Lampung Barat. Kedalaman pusat
gempa (episentrum) 10 km.
Sebelumnya, BMKG juga telah
menyebarluaskan informasi adanya gempa 7,9 SR, di Kepulauan Filipina,
10.83 derajat Lintang Utara (LU) dan 126.68 derajat Bujur Timur (BT),
dengan kedalaman 34 km, Jumat sekitar pukul 19.47 WIB (12.47 UTC).
Pacific
Tsunami Warning Center (PTWC) mengeluarkan peringatan tsunami untuk
Filipina, Indonesia, dan Pelau. BMKG telah menyampaikan informasi kepada
Posko BNPB adanya potensi tsunami level siaga di Sorong dan Raja Ampat,
Papua.
Tsunami diperkirakan terjadi di Sulawesi Utara, Maluku
Utara, dan Papua Barat pada pukul 23.00 WIT. Posko BNPB telah
menyampaikan potensi tsunami kepada BPBD Sulawesi Utara, BPBD Maluku
Utara, dan BPBD Papua Barat, agar masyarakat menjauhi pantai.
Liputan6.com, Lampung Barat: Sembilan orang meninggal
dunia akibat mini bus masuk jurang di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Km
320 di Lemong, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, Jumat.
Kasatlantas
Polres Lampung Barat (Lambar), Iptu Ikrar Potawari mengatakan, mini bus
bernomor polisi E-7586 Y yang dikemudikan Ono Wartono (34), diduga
sempat hilang kendali, sehingga masuk jurang di Jalinbar, sekitar Taman
Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).
Kecelakaan tunggal ini
terjadi Jumat, pukul 10.00 WIB di Jalinbar Km 320 TNBBS wilayah Lemong,
Lambar. Mini bus travel Jurusan Kotaagung (Lampung)-Bengkulu disopiri
Ono Wartono, warga Desa Sukamaju, Kuningan itu mengangkut penumpang 18
orang, beserta dua orang sopir.
Saat menurun di jalan yang
dilalui, menjadi hilang kendali, sehingga terperosok masuk ke jurang
sebelah kiri arah Bengkulu. Kecelakaan ini mengakibatkan sembilan
penumpang, termasuk awak kendaraannya tewas di tempat kejadian, enam
korban lainnya luka berat, dan lima luka ringan.
Korban tewas
adalah Ono Wartono (sopir), Abdul (40), Kuswara (60), Kusra (50),
Tasrudin (50), Sobarudin (40), Wahidin (45), Solihin (58), dan Kunang
(70).
Sedangkan korban luka berat, antara lain satu orang warga
Brebes Jateng, Taswad (23), Carsok (32), dan Basar (40), juga warga
Cikakak. Korban luka ringan adalah Sukar (32), Otong (34), Maulana (27),
Zainudin (17), dan Nendi (22), juga warga Cikakak
Para korban
luka-luka itu dibawa ke RSU Kaur, Bintuhan, Provinsi Bengkulu, karena
merupakan RS terdekat dengan lokasi kejadian yang sudah mendekati
perbatasan Bengkulu. Korban tewas dibawa ke Puskesmas Nasal, Kaur,
sambil menunggu keluarganya menjemput. (Ant)

